Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa kabar dengan kalian semua? Semoga sehat selalu
. Alhamdulillahirabbil’alamiin saya masih bisa menikmati liburan kenaikan kelas
kali ini. Berkaitan dengan liburan, ada yang beda dengan tahun ini. Seperti
yang kita tahu, liburan kenaikan kelas ini bertepatan dengan Ramadhan. Wuih,
bisa dibayangin kan liburan bakal penuh dengan makanan khas Ramadhan.
Selain meja makan penuh dengan makanan, ternyata jalanan
juga mulai penuh lho. Eits, tapi bukan penuh dengan makanan melainkan
kendaraan. Tau sendiri kan ‘ritual’ Ramadhan di Indonesia yang sudah membudaya
sekali. Yaitu, pulang kampong. Menurut saya sendiri, kalimat ‘pulang kampung’
artinya tidak hanya pulang ke kampong asal. Tetapi juga bisa diartikan
berkunjung ke rumah sanak saudara dan liburan/rekreasi bersama keluarga.
Tapi saya masih bersyukur karena tidak menulis “4Ku
cuD4h MuL41 B053n c4M4 LiBuR4n N13ch” di akun twitter/facebook saya. Memang,
rasanya sedih sekali tidak bisa berkumpul sanak saudara disaat libur panjang
seperti ini. Padahal saya sudah planning kesana-sini jauh sebelum liburan
tetapi malah tidak terlaksanakan. Apalagi baru baru ini saya mendengar objek
wisata yang murah dan menantang. Gimana saya makin ngga galau ngga bisa
liburan? Haha ini alay. Saya kecewa? Iya. Saya mulai bosan? Iya. Saya
mulai kurang pekerjaan? Iya. Karena pada dasarnya saya ini ngga bisa diam. Mau
main sama temen pada mudik semua.
4 Hari ini saya gunakan untuk bergalau ria. Kapan
bisa liburan? Kapan bisa main? Bla bla bla. Seterusnya sampai berapa jam yang
lalu saya mendapat pencerahan. Lewat sebuah artikel seseorang, yang sebenarnya
isi artikel tentang komitmen seseorang yang sama sekali tidak ada hubungannya
dengan liburan. Tetapi lewat artikel tersebut saya sadar, bahwa liburan itu
memang harus ‘main’. Tetapi bukan berarti main ke tempat wisata, rumah saudara,
dsb. Selama liburan kita juga bisa bermain dengan diri sendiri. Eits, maksudnya
diri sendiri itu bukan main dengan ‘kembaran’ kita yang sering disebutkan oleh
para pemuka ilmu gaib-_- Berikut beberapa caranya :
·
Bermain dengan “instropeksi”
Mungkin
ini adalah hal yang sepele. Tetapi bermanfaat sekali bagi kita. Mulai
instropeksi kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki di hari kemudian.
Contohnya : Apa yang kurang dengan usaha kita selama tahun ajaran 2013/2014?
Adakah yang perlu ditambah? Dikurangi? Atau Apakah sikap anda selama ini sudah
benar dalam menghadapi masalah? Apa yang perlu diperbaiki? InsyaAllah, hal ini
bermanfaat tidak hanya pada liburan kali ini tetapi untuk kedepannya.
·
Bermain dengan “planning”
Setelah instropeksi usahakan membuat
planning. Apa saja hal-hal yang ingin dicapai untuk kedepannya. Tanamkan
planning tersebut pada diri masing-masing. Atau bisa membuat tulisan yang
menarik dan bisa ditempel di tembok kamar.
·
Bermain dengan “mood”
Sebelum
melakukan hal selanjutnya, alangkah lebih baik mencoba bermain dengan mood
dahulu. Mengapa? Karena mood juga mempengaruhi hasil. Jika tidak melakukannya
dengan senang hati, hasilnya juga tidak akan maksimal. Jadi, mulailah mengusir
rasa bosan, malas, kecewa karena tak dapat berpergian. Tanamkan rasa ceria,
rasa percaya diri, dan rasa semangat.
·
Bermain dengan “tindakan”
Apa saja hal yang
sekiranya mendukung planning dan memungkinkan dilakukan selama liburan. Contoh
kalian mempunyai planning : Setelah semester I tapel 2014/2015 sudah punya
arsip cerpen/puisi yang di posting pada blog. Nah, kalian bisa ‘mencicil’ nya
mulai sekarang agar lebih ringan.
·
Mencari refrensi atau inspirasi
Selama liburan,
kalian juga bisa mencari refrensi yang dapat mewujudkan planning tersebut. Bisa
lewat internet, media cetak, maupun media alam. Karena awan, air, udara,
tumbuhan dan apapun disekitar kita juga bisa dijadikan refrensi atau inspirasi :)
0 komentar:
Posting Komentar