Jumat, 17 Juni 2016

Aitai

Hujan hari ini tak seperti biasanya

Langit bewarna biru, mentari tampak begitu terangnya

Hujan hari ini tak seperti biasanya

Petir tidak menyapa

Gemercik air begitu tenang

Angin pun senada dengan hujan

Hujan hari ini tak seperti biasanya

Begitu hangat dan ramah

Rasanya ingin kupeluk jika kubisa

Mungkin, sudah beberapa kali seperti ini

Namun yang kurasa hujan hari ini benar benar beda

Hujan kali ini seperti dua sisi yang berlainan

Antara bahagia dan sedih

Memang adakah yang seperti itu?
Atau hanya perasaanku saja?

Hujan hari ini tak seperti biasanya

Gemercik air yang jatuhpun begitu lembut,

Tak sekeras biasanya menyentuh tamah

Untuk kedua kalinya

Mana ada hujan seperti itu?

Tapi ini benar benar terjadi

Jika kau tau, tidak ada kelam,
Sama sekali

Benar benar tulus,

Hujan hari ini tak seperti biasanya

Bau tanah yang keluar,
Lebih menenangkan

Airnya pun hangat

Hujan hari ini tak seperti biasanya

Untuk ketiga kalinya,

Apakah ini yang disebut hujan rindu?

Selasa, 22 Juli 2014

Takdirkah Dia Untukku?


Menapaki setapak kerinduan di malam sunyi
Merasakan hawa dingin menusuk hati
Kegelisahan mengimbangi detak nadi
Merengkuh diatas sajadah mengucap tasbih, menghembuskan kalimat suci tiada henti
Jiwa sudah tak kenal letih, mendoakan yang jauh dari diri
Ketika lisan bertasbih, mendamba sang pemilik hati
Syair cinta-Mu mendekap sukma, menabur biji
Tumbuh kokoh sebagai iman yang fiqih
Cukup Engkau Yang Maha Mengetahui
Cinta-Mu begitu indah tak tertandingi
Apa guna tembok menghalangi, jika tak sabar menanti
Bertahan menunggu waktu yang dimimpi, mengharap ridho Sang Illahi
Basah akan peluh, tak menyurutkan cinta abadi
Kesabaran hati tak melenyapkan cinta sejati
Selama Ibu membesarkanku, selama itu pula aku menjaga hatiku
Duhai Engkau yang telah menciptakannya, takdirkah dia untukku?

Senin, 21 Juli 2014

Kembali (lagi)


Masih dalam balutan mentari, menyertakan senyuman abadi
Menghadirkan ketenangan ditengah langit
Awan berkumpul mendengarkan
Senandung sang mawar merekah menghias udara
Kicau burung menyatukan embun dengan alam
Pantulan cahaya memeluk genangan, merasakan aroma kedamaian
Sedetik merasuki angin lalu, tercipta suasana dahulu
Menelusuri waktu kebebasan
Mencari jalan waktu yang sama, dan kutemukan
Memori indah yang terukir di atas kertas kenangan
Meresap dalam oleh tinta hitam
Senyum lugu terukir diatas sampul, menandakan kenangan tanpa beban
Sejuk angin ketulusan membungkus rapi kenangan. tertinggal pada waktu yang lama
Sejenak hati membuka perlahan, bungkusan rapi disemat pita
Sedikit celah tercipta, memberi kesan pertama
Menghapus segala kecewa yang ada
Suasana dahulu yang datang kembali, teringat akan segala memori
Kembali menarik hati, dia ada disini seperti memaksa kembali
Mengikat perasaan agar tak menjauh pergi
Terjebak dalam lubang kenangan yang bukan ilusi
Mencoba memberi kenyamanan pasti
Dia masih disini, membangun realita inti
Menyadarkan kekosongan hati bahwa kini ada yang menempati.

Selasa, 24 Juni 2014

Bermain Yuk!




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar dengan kalian semua? Semoga sehat selalu . Alhamdulillahirabbil’alamiin saya masih bisa menikmati liburan kenaikan kelas kali ini. Berkaitan dengan liburan, ada yang beda dengan tahun ini. Seperti yang kita tahu, liburan kenaikan kelas ini bertepatan dengan Ramadhan. Wuih, bisa dibayangin kan liburan bakal penuh dengan makanan khas Ramadhan.  
Selain meja makan penuh dengan makanan, ternyata jalanan juga mulai penuh lho. Eits, tapi bukan penuh dengan makanan melainkan kendaraan. Tau sendiri kan ‘ritual’ Ramadhan di Indonesia yang sudah membudaya sekali. Yaitu, pulang kampong. Menurut saya sendiri, kalimat ‘pulang kampung’ artinya tidak hanya pulang ke kampong asal. Tetapi juga bisa diartikan berkunjung ke rumah sanak saudara dan liburan/rekreasi bersama keluarga.
 
Bicara soal pulang kampong, adakah diantara kalian yang sedang melakukan perjalanan pada saat ini? Jika ada, saya doakan selamat sampai tujuan. Bagi yang lagi tahap perencanaan/planning saya doakan dimudahkan dalam bermusyawarah dengan keluarga. Bagi yang ada pada tahap berangan-angan, saya doakan angan-angan liburannya terwujud. Dan bagi yang fix stay at home selama liburan, saya doakan semoga dilancarkan proses ‘panggilan alam’ nya. Mentang-mentang si author mau liburan mejelajah hutan amazon nih haha. Siapa bilang? Sama seperti kalian yang lagi ‘bersemedi’ di rumah. Ini aja saya lagi karatan di depan computer *ketahuan alone-nya*.  
 Tapi saya masih bersyukur karena tidak menulis “4Ku cuD4h MuL41 B053n c4M4 LiBuR4n N13ch” di akun twitter/facebook saya. Memang, rasanya sedih sekali tidak bisa berkumpul sanak saudara disaat libur panjang seperti ini. Padahal saya sudah planning kesana-sini jauh sebelum liburan tetapi malah tidak terlaksanakan. Apalagi baru baru ini saya mendengar objek wisata yang murah dan menantang. Gimana saya makin ngga galau ngga bisa liburan? Haha ini alay. Saya kecewa? Iya. Saya mulai bosan? Iya. Saya mulai kurang pekerjaan? Iya. Karena pada dasarnya saya ini ngga bisa diam. Mau main sama temen pada mudik semua.
4 Hari ini saya gunakan untuk bergalau ria. Kapan bisa liburan? Kapan bisa main? Bla bla bla. Seterusnya sampai berapa jam yang lalu saya mendapat pencerahan. Lewat sebuah artikel seseorang, yang sebenarnya isi artikel tentang komitmen seseorang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan liburan. Tetapi lewat artikel tersebut saya sadar, bahwa liburan itu memang harus ‘main’. Tetapi bukan berarti main ke tempat wisata, rumah saudara, dsb. Selama liburan kita juga bisa bermain dengan diri sendiri. Eits, maksudnya diri sendiri itu bukan main dengan ‘kembaran’ kita yang sering disebutkan oleh para pemuka ilmu gaib-_- Berikut beberapa caranya :

·         Bermain dengan “instropeksi”
Mungkin ini adalah hal yang sepele. Tetapi bermanfaat sekali bagi kita. Mulai instropeksi kekurangan apa saja yang perlu diperbaiki di hari kemudian. Contohnya : Apa yang kurang dengan usaha kita selama tahun ajaran 2013/2014? Adakah yang perlu ditambah? Dikurangi? Atau Apakah sikap anda selama ini sudah benar dalam menghadapi masalah? Apa yang perlu diperbaiki? InsyaAllah, hal ini bermanfaat tidak hanya pada liburan kali ini tetapi untuk kedepannya.

·         Bermain dengan “planning”
Setelah instropeksi usahakan membuat planning. Apa saja hal-hal yang ingin dicapai untuk kedepannya. Tanamkan planning tersebut pada diri masing-masing. Atau bisa membuat tulisan yang menarik dan bisa ditempel di tembok kamar.

·         Bermain dengan “mood”
Sebelum melakukan hal selanjutnya, alangkah lebih baik mencoba bermain dengan mood dahulu. Mengapa? Karena mood juga mempengaruhi hasil. Jika tidak melakukannya dengan senang hati, hasilnya juga tidak akan maksimal. Jadi, mulailah mengusir rasa bosan, malas, kecewa karena tak dapat berpergian. Tanamkan rasa ceria, rasa percaya diri, dan rasa semangat.

·         Bermain dengan “tindakan”
Apa saja hal yang sekiranya mendukung planning dan memungkinkan dilakukan selama liburan. Contoh kalian mempunyai planning : Setelah semester I tapel 2014/2015 sudah punya arsip cerpen/puisi yang di posting pada blog. Nah, kalian bisa ‘mencicil’ nya mulai sekarang agar lebih ringan.

·         Mencari refrensi atau inspirasi
Selama liburan, kalian juga bisa mencari refrensi yang dapat mewujudkan planning tersebut. Bisa lewat internet, media cetak, maupun media alam. Karena awan, air, udara, tumbuhan dan apapun disekitar kita juga bisa dijadikan refrensi  atau inspirasi :) 

Semoga postingan ini dapat membantu dan bermanfaat bagi kalian yang tengah bersemedi di rumah masing-masing, InsyaAllah. Selamat mencoba! :)