Selasa, 22 Juli 2014

Takdirkah Dia Untukku?


Menapaki setapak kerinduan di malam sunyi
Merasakan hawa dingin menusuk hati
Kegelisahan mengimbangi detak nadi
Merengkuh diatas sajadah mengucap tasbih, menghembuskan kalimat suci tiada henti
Jiwa sudah tak kenal letih, mendoakan yang jauh dari diri
Ketika lisan bertasbih, mendamba sang pemilik hati
Syair cinta-Mu mendekap sukma, menabur biji
Tumbuh kokoh sebagai iman yang fiqih
Cukup Engkau Yang Maha Mengetahui
Cinta-Mu begitu indah tak tertandingi
Apa guna tembok menghalangi, jika tak sabar menanti
Bertahan menunggu waktu yang dimimpi, mengharap ridho Sang Illahi
Basah akan peluh, tak menyurutkan cinta abadi
Kesabaran hati tak melenyapkan cinta sejati
Selama Ibu membesarkanku, selama itu pula aku menjaga hatiku
Duhai Engkau yang telah menciptakannya, takdirkah dia untukku?

0 komentar:

Posting Komentar