Menapaki setapak
kerinduan di malam sunyi
Merasakan hawa dingin
menusuk hati
Kegelisahan mengimbangi
detak nadi
Merengkuh diatas
sajadah mengucap tasbih, menghembuskan kalimat suci tiada henti
Jiwa sudah tak kenal
letih, mendoakan yang jauh dari diri
Ketika lisan bertasbih,
mendamba sang pemilik hati
Syair cinta-Mu mendekap
sukma, menabur biji
Tumbuh kokoh sebagai
iman yang fiqih
Cukup Engkau Yang Maha
Mengetahui
Cinta-Mu begitu indah
tak tertandingi
Apa guna tembok
menghalangi, jika tak sabar menanti
Bertahan menunggu waktu
yang dimimpi, mengharap ridho Sang Illahi
Basah akan peluh, tak
menyurutkan cinta abadi
Kesabaran hati tak
melenyapkan cinta sejati
Selama Ibu
membesarkanku, selama itu pula aku menjaga hatiku
Duhai Engkau yang telah
menciptakannya, takdirkah dia untukku?
0 komentar:
Posting Komentar